Selamat datang di CaraGampang.Com

Book Of Happiness

Sabtu, 30 Juni 20120 komentar

Ilustrasi

Cintahakikiindonesia.blogspot.com

Bismilahirrohmanirrohim..

Hidup itu bagai lembaran kertas yang menyusun sebuah buku..
Tiap halamannya adalah kisah yang kita lalui di tiap hari hidup kita..
Di halaman judul, akan tampak nama kita tertulis paling besar dan di halaman pertamanya akan tertulis kisah di hari saat kita dilahirkan, siapa oang tua kita, tinggal dimana kita,dll..
Tiap hari lembaran kertas dalam buku itu akan bercerita, tentang siapa kita, bagaimana kita, dengan siapa kita, ya dan tentu saja buku itu juga akan mencatat segala kebaikan dan keburukan yang pernah kita lakukan, tentang kebahagiaan dan kesedihan yang kita rasakan,  serta tentang tawa ceria juga air mata duka yang pernah ada..

Tahu kenapa saya suka menulis cerita?
Karena saya ingin berbagi kisah dari kehidupan orang-orang yang mungkin memang benar-benar dialami oleh sebagian dari kita, entah siapa dan dimana orang itu berada..
Dan tahukah mengapa tiap cerita yang saya tulis itu hampir selalu dengan ending bahagia?
Salah satunya adalah, karena saya tak tega memberikan kenangan menyedihkan tentang tokoh utama..

Seperti halnya dalam hidup kita, di hari kita dilahirkan pasti ada begitu banyak orang yang bersuka cita karena kelahiran kita..
Lalu ketika tiba di lembar terakhir kisah hidup kita, apakah mereka masih bisa bahagia mengenang indahnya cerita yang kita ukir di lembaran-lembaran sebelumnya?

Setiap orang pasti ingin, lembaran-lembaran yang mereka lalui selalu terukir kisah bahagia, dan setiap orang pasti berdoa dan berharap agar di lembaran terakhir itu juga akan tertulis akhir yang bahagia..
Khusnul khotimah..
Walaupun saya tahu, tak semua orang memiliki kisah terakhir yang membahagiakan dalam hidupnya..
Tapi, selama Allah masih memberikan kita nafas hari ini mengapa kita tak mengukir kisah bahagia kita itu mulai dari sekarang juga?

Duhai saudaraku, kita tak pernah tahu di lembaran mana kisah kita akan berakhir, tapi satu hal yang bisa kita lakukan adalah membuat tiap lembaran itu terukir kisah bahagia dan tertulis kebaikan-kebaikan kita..
Agar ketika itu akan menjadi lembaran terakhir kisah kita, pada saat itu kita bisa tersenyum bahagia, karena kita bisa meninggalkan kisah bahagia tak hanya untuk kita tapi juga untuk orang-orang yang " Membaca " buku kehidupan kita itu..

Ya, semacam biografi bukan?
Dan sebenarnya tanpa kita menerbitkan sebuah buku biografi hidup kita, Allah sudah punya " buku " yang jauh lebih lengkap daripada buku biografi yang pernah ditulis oleh penulis terhebat sekalipun..

Lagi-lagi, ini tentang sebuah keistiqomahan..
Biarkan saya sedikit berkisah lagi..
Mungkin teman-teman sudah cukup familiar dengan kisah ini, dan sebenarnya saya lupa saya pernah baca dimana..
Hehe..
Kalau ada yang tahu mungkin bisa memberi tahu saya ^^

Dahulu kala, hiduplah dua orang kakak beradik..
Mereka memiliki tabiat yang jauh berbeda, bahkan berkebalikan 180 derajat..
Sang kakak adalah seorang ‘alim dan ahli ibadah, sedangkan adiknya adalah seorang ahli maksiat..
Bertahun-tahun lamanya mereka lalui kehidupan yang sungguh kontras itu..
Hingga akhirnya pada suatu ketika  kedua orang kakak beradik itu merasa " bosan " pada kehidupan yang mereka lalui..

Sang kakak berpikir, " ahh, aku bosan jadi orang baik terus, bahkan aku belum pernah berbuat keburukan, sedang adikku bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan di luar sana, kurasa tak apa kalau sekali-sekali aku berbuat kekhilafan, aku kan ahli ibadah dan pasti amalan baikku jauh lebih banyak daripada keburukan yang akan kulakukan,dan esok aku masih bisa bertaubat lagi "

Sedangkan sang adik juga berpikiran hal yang serupa, " ahh,aku bosan berbuat maksiat terus, hidup tak tenang dan berlumuran dosa, bahkan  aku belum pernah berbuat kebaikan barang sedikitpun, betapa bahagia hidup seperti kakakku, orang yang berilmu, suka beribadah dan disukai banyak orang karena kebaikan akhlaknya..
Aku ingin seperti dia, tapi dengan dosaku yang sudah menggunung ini apa aku bisa?
Ahh,tapi kakak dulu pernah bilang sebanyak apapun dosa yang pernah kulakukan asal aku mau bertaubat pasti Allah akan mengampuni, kalau begitu akan kulakukan "

Akhirnya  di saat yang bersamaan sang kakak mencoba hal yang belum pernah ia lakukan, bahkan hal itu adalah hal yang sangat ia benci sebelumnya dan sering dilakukan oleh adiknya..
Malam itu Ia datang ke sebuah tempat hiburan malam dan menenggak khamr..
Sedangkan adiknya pergi ke sebuah masjid, mendirikan shalat, bersimpuh memohon ampun kepada Allah..
Saat itu ia benar-benar larut dalam taubatnya..

Tak berapa lama, tiba-tiba terjadi sebuah gempa bumi besar yang meluluhlantakkan tempat dimana mereka berada..
Usai gempa itu akhirnya jenazah kedua kakak beradik itu ditemukan, dalam keadaan sungguh mencengangkan banyak orang..
Sang kakak yang dulunya adalah ahli ibadah ditemukan di tempat penuh maksiat dan dalam keadaan bermaksiat..
Sedangkan sang adik yang dulu adalah ahli maksiat malah ditemukan di masjid dalam keadaan beribadah..

MasyaAllah,  dari kisah ini saya belajar, betapa kita tak pernah tahu kapan hari terakhir itu datang..
Dan saya jadi mengerti, betapa pentingnya kita selalu menjaga perbuatan kita, hingga tiap detiknya selalu terisi dengan kebaikan..

Saya jadi teringat taushiyah dari seorang ustadzah saat saya ikut kajian pagi di masjid Mardliyah, waktu itu beliau bercerita tentang hari-hari terakhir sebelum meninggalnya Ustadzah Yoyoh yusro..
Sebelum meninggal, setiap kali mengisi kajian almarhumah selalu menyelipkan nasihat-nasihat tentang kematian..

Salah satunya almarhumah menasihatkan, " ketika mandi, maka mandilah dengan sebaik-baiknya, bersihkan setiap lekuk tubuh kita, siapa tahu ini adalah mandi terakhir kita dan agar memudahkan orang lain untuk memandikan jenazah kita kelak, ketika bepergian maka perhatikanlah dan jagalah aurat kita, tutupi dengan sempurna agar jangan sampai ketika Allah memanggil kita ketika kita sedang dalam perjalanan, aurat kita akan terbuka "

MasyaAllah, saya selalu terharu tiap membaca kisah hidup ustadzah Yoyoh yusro..
Dan dari almarhumah saya jadi belajar banyak hal..
Waktu mendengar nasihat itu saya tiba-tiba langsung merasa sangat tertohok, karena ketika bepergian saya masih sering hanya mengenakan kaus, kerudung dan jaket yang kadang tak sempurna menutup aurat..
Dan lagi, hari ini mengingat kisah ini membuat saya berkaca, " Sudahkah saya menjaga amal perbuatan saya hari ini? "

Ahh,saya jadi sedih..
Bagaimana dengan Antum & antunna ?
Semoga, Antum & antunna selalu berada dalam kebaikan di setiap detiknya..
Mari saling mendoakan dan mengingatkan agar kita bisa selalu istiqomah di dalam kebaikan..
Hingga di lembaran terakhir hidup kita, kita bisa meraih khusnul khotimah..

Aamiin..

Ingin dikenang seperti apa kita nanti, maka itu bergantung pada apa yang kita kerjakan hari ini, ya kan Akhi , Ukhti? ^^

Sumber : http://ukhti-shalihah.com/book-of-happiness/
Share this article :

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan Akhlak Yang Baik, Jika Ada Kekhilafan Maka Perbaikilah Dengan Akhlak Yang Baik, Komentar Yang Buruk Akan Kami Hapus Demi Ketertiban Blog " CINTA HAKIKI "

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Cinta Hakiki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger