Selamat datang di CaraGampang.Com

Ungkapan Jujurku Buat Adinda

Senin, 25 Juni 20120 komentar

Ilustrasi

Cintahakikiindonesia.blogspot.com - Assalamu ‘alaikum Adinda,,,

Tak terasa yaa,,, sudah sekian tahun Allah menakdirkan kita untuk hidup bersama. Meski sempat canggung diawal kita menikah..

Hehehe… 
Ada malu, ada segan, ada bingung justru disaat kita sedang dekat..
Malu karena engkau adalah wanita pertama yang ikut mewarnai hidupku..

Segan karena aku terbiasa melakukan " pekerjaan wanita " (kata orang siiii,,, nyuci, masak, bersih2 adalah pekerjaan wanita ^_^) dan tak tega untuk memintamu, meski engkau selalu ramah untuk membantuku menyelesaikannya..

Bingung karena kita belum pernah kenal (gimana bisa kenal, sebelum menikah aku hanya sempat melihatmu 15 detik saja saat Nadhor..
Yaa, sesuai pesan ustdz..
" Akhi, kalo antum mau nazhor, maksimal hanya 15 detik !!!
Insya Allah sudah cukup ,,, ^_^)..

Aku juga sempat lupa siapa namamu saat aku ingin memanggil dan memintamu untuk mengambilkan sesuatu..
Yang paling parah adalah saat kita sama-sama teriak dimalam hari..
Ceritanya adalah waktu aku pulang dari masjid, saat aku membuka pintu, ternyata ada akhwat dengan jilbab hitam tersenyum di depanku..
Aku berteriak kaget, begitupun engkau..
Mmm, ternyata aku lupa kalau engkau adalah istriku (maaf ya Adinda, aku kan paling malu kalo berpapasan sama akhwat,,,  ^_^)..

Apa mungkin ini yaa, indahnya menikah tanpa pacaran ? ^_^

" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…"
(QS. An-Nuur : 26)

Ayat ini cukup membuatku deg-degan dan khawatir..
Melihat diriku yang serba kurang dan banyak dosa ini..
Dalam hati, aku sering merenung..
Yaa Allah,,, alangkah kasihan istriku nanti,,, jika ternyata ia adalah wanita yang shalihah dengan segala kelebihannya..
Sementara Kau takdirkan ia mendapat pendamping yang serba kurang sepertiku..

Ilmu Dien?
Kayaknya ndak pantas banget aku dipanggil ustadz..
Tampang?
Ibuku selalu menasihati, " Lee, kamu tu jadi orang jangan sombong..
Apa yang mau kamu banggakan?
Tampangmu tu biasa saja, masih banyak yang lebih ngganteng ".. Harta?,,, ahak hak ^_^..
Justru inilah yang hingga saat ini membuatku heran..
Mengapa aku berani menerima tawaran menikah, padahal kondisi finansialku belum bisa disebut mapan..

Bagaimana dengan engkau?
Tiap sore puluhan anak-anak TPQ dengan senyum polosnya memanggilmu " “Uuuss ",,, ada juga yang memanggil dengan lengkap " Ustadzaaah ",,, ^_^

Kata adik temanku yang dulu adik kelasmu, engkau adalah santriwati yang berprestasi..
Disaat malam engkau suka mengambil air wudhu dan shalat malam..
Meluapkan segala harapan, keluh kesah dan do’a kepada Rabb-mu..
Engkau juga jarang ngantuk di kelas,,, (penyakit  menular nih) ^_^..

Selesai bertugas, engkau diterima disalah satu PTN ternama..
Jurusan yang engkau ambil juga jurusan yang " berduit "..
Maklum saja, ayah dan keluargamu adalah kalangan menengah ke atas..
Namun, meski " parlente", ku lihat beliau adalah orang yang suka berinfak, tidak matre atau hanya menjadikan dunia sebagai ukuran..
Beliau suka dengan majlis ilmu dan menaruh perhatian besar pada Dien-nya..
Hal itu terlihat dari saudara/I mu yang semuanya baik keislamannya..

Ditengah pergaulan kampus, engkau selalu menjaga diri..
Tak pernah sekalipun engkau diboncengkan teman pria..
Jilbab besar dan terkadang cadar penutup wajah menjadi atribut wajib saat engkau di luar rumah..
Akhir pekan yang ramai dan dinanti tiap pasangan muda-mudi, kau lalui di majlis taklim atau di rumah bersama keluargamu..

Ahh,,, rasanya lembaran ini tak cukup melukiskan kelebihan dan kebaikanmu… ^_^

Kini, ada dua mutiara mungil dalam dekapanmu..
Ingatkah engkau, kala kita selalu berdoa agar mereka menjadi orang yang baik Diennya dan menjadi saham kita dalam Iqamatudien? ^_^

Suka dan duka kita lalui, gelar sarjana tidak membuatmu malu untuk melakukan perkerjaan paling mulia bagi wanita..
Melayani suami dan menyiapkan generasi Islam..
Saat masalah menerpa, engkau adalah teman " sharing " yang baik..
Saat penat menghampiriku, engkau abaikan segala kelelahanmu dan sabar untuk bersama menanggung beban yang seharusnya kuemban..

Aku masih ingat betul saat kita kekurangan, engkau duduk disampingku, memandangiku yang hanya bisa menunduk dan tersenyum pilu..
Engkau bertanya, " Kita ndak punya uang ya Mas ? "..
Lalu aku mengeluarkan dompet EIGER yang hanya tersisa beberapa lembar uang puluhan ribu..
Ckckck,,, mungkin kita terlalu vulgar memaknai kata " Tidak punya uang "… ^_^

Ada kalanya aku harus meninggalkan engkau beberapa lama..
Merelakanmu menjadi " single parents " untuk sementara waktu..
Jujur,,, wahai Adinda..
Bayangan ketulusanmu dan wajah " innocence " kedua buah hati kita selalu membayangi saat kita harus berjauhan..

Hadech,,, setiap lembar kehidupan kita, rasanya bisa menjadi satu judul cerita..
Namun ingatlah wahai Adinda..
Saat kita mengaku beriman, saat itulah iman kita di uji..
Yang bisa kita lakukan hanya berusaha memperbaiki diri..
Juga berdo’a kepada Yang Maha Kuasa..
Apa yang kita lalui adalah roman kehidupan yang membumbui adonan nasib kita agar lebih sedap… ^_^

Terakhir, aku ucapkan Alhamdulillah dan syukur kepada Allah..
Juga terima kasih dan minta maaf dari lubuk hati terdalam kepadamu… ^_^

Inilah Aku, suamimu Yang Slalu mencintaimu Karena ALLAH ^_^

Sumber : http://www.oaseimani.com/ungkapan-jujurku-buat-adinda.html
Share this article :

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan Akhlak Yang Baik, Jika Ada Kekhilafan Maka Perbaikilah Dengan Akhlak Yang Baik, Komentar Yang Buruk Akan Kami Hapus Demi Ketertiban Blog " CINTA HAKIKI "

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Cinta Hakiki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger